Media Sosial Memperhitungkan Masa Depan

Sosial media kerap kali jadi sebagai senjata dalam memperhitungkan masa depan dan menyaksikan bagaimana kehidupan seorang di masa lampau.

Kita dapat menyaksikannya dari tweet lama di Twitter, beberapa foto yang diupload di Facebook, atau bahkan juga archive Instagram Stories. Melewatinya, kita dapat mengetahui sama siapa seorang terkait, di mana mereka belajar dan kerja, sampai noda-aib mereka.

Rupanya Media Sosial Dapat Memperhitungkan Waktu di Masa Depan, Ini 7 Faktanya!

Siaran video diprediksikan akan banjiri service sosial media dan handphone lima tahun dari saat ini. Pengakuan itu diutarakan langsung oleh Vice President for Europe, the Middle East and Africa for Facebook, Nicola Mendelsohn dalam sebuah pertemuan yang diadakan di London, Inggris.

Baca Juga: Hindari Zoombombing dengan Langkah Ini

Dikutip Tech.co, (17/6), menurut Mendelsohn, semua media sosial akan ke arah basis mobile dan peluang semua akan berbasiskan video dalam periode lima tahun dari saat ini. Video adalah langkah terhebat menceritakan di dunia yang telah dipenuhi dengan arus info. Dengan memakai video, semua akan berasa gampang.

Video dapat salurkan semakin banyak info dalam saat yang bisa lebih cepat. Trend video akan menolong kita mengolah semakin banyak info. Facebook belakangan ini sudah mengeluarkan feature streaming langsung yang dapat dilaksanakan oleh tiap pemakainya di penjuru dunia. Facebook mengganti algoritme timeline-nya dengan memprioritaskan Facebook Live di posisi teratas News Feed-nya.

Ditambahkan lagi, pemakai Facebook sekarang dapat mengupload tanggapan berbentuk video dalam suatu posting. Mandelsohn menyaksikan ada pengurangan posting text dari tahun ke tahun. Tetapi tidak dengan video. Sekarang ini, Snapchat jadi salah satunya media sosial berbasiskan video yang tersukses. Dalam sehari, ada 10 miliar video yang dilihat dalam program Snapchat.

Melalui Facebook Live, kelihatannya media sosial yang dibangun oleh Mark Zuckerberg ini pengin lebih menggerakkan pemakainya untuk mempublikasikan video ke beberapa pemakai yang lain.

Tetapi berkebalikan dengan hal itu, tahukah kamu jika sosial media bisa juga jadi alat untuk meramalkan hari esok? Ingin tahu apa yang dapat diprediksikan? Yok, baca penuturannya di bawah ini!

  1. Perselisihan antarpasangan

Hal pertama yang dapat diprediksikan oleh sosial media ialah perselisihan antarpasangan, baik yang lagi menjalin cinta atau telah memiliki keluarga. Simpelnya, orang umumnya mengupload foto kebersama-samaan bersama-sama dengan pasangannya di sosmed. Saat mereka meniadakan semua photo itu, ada peluang jika hubungan cintanya tidak baik saja.

Ada juga study dalam yang dilaksanakan oleh Boston University. Mereka mendapati ada keterikatan di antara sikap di sosmed dengan kebahagiaan berumah tangga.

Rupanya orang yang jarang memakai sosmed 11 % lebih berbahagia dibanding beberapa heavy pemakai (pemakai intensif tinggi). Disamping itu, kekuatan seorang heavy pemakai untuk tinggalkan pasangan dapat capai 32 %.

  1. Kecondongan seorang untuk bunuh diri

Antara semua kasus bunuh diri di bumi ini, yang terbanyak dibeber ialah kasus yang mengikutsertakan beberapa aktris. Salah satunya yang paling mencengangkan ialah kasus bunuh diri anggota Shinee, Jonghyun pada 2017 kemarin.

Sesudah dijelajahi, penggemar mendapati kecondongan itu pada post Instagram terakhir kalinya. Di situ dia seperti terlihat sedang berduka dan coba berpesan pada beberapa orang yang mengasihinya. Dia mengupload lirik lagu Dear Cloud dari musikus Nine9, yang bunyinya seperti berikut:

“Saya punyai pertimbangan sekalian mendekap di ruang gelap sendirian, saat kamu kemungkinan menyesal melepas seluruh orang. Diamkan napasmu dan lukamu stop saat ini juga. Saya berdoa kamu tidak terluka. Saya mengharap kamu akan berbahagia. Tolong tidak boleh coba sendirian di kegelapan. Tidak boleh menganiaya diri kamu, tidak boleh siksa diri kamu.”

Kasus semacam ini telah seringkali terjadi. Oleh karena itu, kita harus sensitif membaca keadaan seseorang, khususnya yang nampak pada upload media sosialnya. Tidak boleh sangsi untuk reach out, siapa tahu kamu dapat selamatkan nyawa orang itu.

  1. Hasil penyeleksian umum

Masih ingat penyeleksian umum pada 2019 lalu? Pada waktu itu, banyak tubuh pemerhati politik yang menganalisa tweet warga Indonesia untuk menyaksikan kecondongan suport, apa ke arah pasangan calon 01 atau 02.

Sosial media, terutamanya Twitter sanggup meramalkan berapa besar suport warga pada seorang capres atau petinggi. Melewatinya , kita dapat mengetahui faksi yang mana semakin banyak memperoleh tanggapan positif dan negatif. Untuk melakukan, dibutuhkan alat profesional yang dapat memfilter tweet dengan kata kunci (keyword) tertentu.

  1. Kesuksesan penelusuran kerja

Sosial media bisa juga jadi senjata unggulan untuk cari kerja, lho. Masalahnya basis itu dapat sediakan bermacam bukti dan data mengenai apa yang perlu kamu ucapkan dalam interviu sampai tentukan tingkat kesuksesanmu.

Untuk melakukan, kamu dapat manfaatkan LinkedIn atau sosial media yang lain dipakai oleh perusahaan tempatmu melamar. Kamu dapat menyaksikan bagaimana cuaca kerja di situ, calon apakah yang diambil, apa yang lagi jadi konsentrasi perusahaan, sampai info tentang status yang kamu harapkan.

Dalam masalah ini, sosial media memang tidak berperanan langsung untuk meramalkan kesuksesan. Tetapi makin banyak info yang kamu peroleh disana, makin banyak juga bekalmu untuk hadapi semua test yang diberi perusahaan.

  1. Perform kerja seorang

Bila point awalnya bermanfaat untuk beberapa pencari pekerjaan, point yang ini dapat digunakan oleh beberapa perekrut. Kamu dapat memakai sosial media untuk lakukan latar belakang cek pada beberapa calon yang melamar, lho.

Dengan bekal nama komplet, kamu dapat mendapati account Instagram, Twitter, LinkedIn, dan Facebook mereka. Disana, kamu dapat mengeruk info tentang personalitas dan seperti apakah kurang lebih perform kerja mereka.

Orang yang banyak menyambat di sosmed umumnya tidak pas untuk dibawa bekerja di bawah penekanan. Mereka yang tidak mengamankan account umumnya mempunyai personalitas ekstrovert.

Ada banyak riset yang lain dapat kamu kerjakan secara mengeksplor profile mereka. Dengan demikian, keputusanmu bukan hanya berdasar jawaban mereka dalam interviu saja.

  1. Wishlist seseorang

Bukan rahasia kembali jika sosial media jual data pemakainya ke beberapa advertiser. Itu mengapa kamu kerap menyaksikan iklan barang yang sesuai apa yang barusan kamu mencari.

Misalkan, kamu sedang pengin beli botol minum dan menelusurinya di Google atau Instagram. Langsung, semua iklan yang diperlihatkan di media sosialmu juga sekitar barang itu. Jadi, seolah mereka mendorongmu untuk beli apa yang ada dalam wishlist-mu.

Ini memang kedengar sedikit menakutkan. Bila kamu terasa terusik, kamu dapat menghindarinya dengan memutus jaringan di antara semua sosial media yang kamu punyai.

  1. Kecondongan psikopat pada seorang

Kasus psikopat terkini terjadi pada Jumat (6/3) kemarin. Seorang remaja (NF) berumur 15 tahun tega membunuh balita yang disebut rekan mainnya setiap hari. Rupanya dia tuliskan apa yang dibuat itu lewat account Facebook kepunyaannya.

Melihat dari kasus ini, kita rupanya dapat meramalkan kecondongan psikopat seorang lewat sosial media. Bagaimana triknya? Dikutip dari Forbes, FBI biasa memakai Twitter untuk menganalisa karakter itu lewat triknya menulis. Biasanya, orang yang kerap mencaci-maki, memakai tanda titik, dan kalimat negatif pantas diduga.

Rupanya banyak pula, ya, yang dapat diprediksikan oleh sosial media! Kurang lebih apalagi yang dapat ditambah ke daftar di atas, ya? Tulis pendapatmu di kotak kometar!