Media Sosial Memperhitungkan Masa Depan

Sosial media kerap kali jadi sebagai senjata dalam memperhitungkan masa depan dan menyaksikan bagaimana kehidupan seorang di masa lampau.

Kita dapat menyaksikannya dari tweet lama di Twitter, beberapa foto yang diupload di Facebook, atau bahkan juga archive Instagram Stories. Melewatinya, kita dapat mengetahui sama siapa seorang terkait, di mana mereka belajar dan kerja, sampai noda-aib mereka.

Rupanya Media Sosial Dapat Memperhitungkan Waktu di Masa Depan, Ini 7 Faktanya!

Siaran video diprediksikan akan banjiri service sosial media dan handphone lima tahun dari saat ini. Pengakuan itu diutarakan langsung oleh Vice President for Europe, the Middle East and Africa for Facebook, Nicola Mendelsohn dalam sebuah pertemuan yang diadakan di London, Inggris.

Baca Juga: Hindari Zoombombing dengan Langkah Ini

Dikutip Tech.co, (17/6), menurut Mendelsohn, semua media sosial akan ke arah basis mobile dan peluang semua akan berbasiskan video dalam periode lima tahun dari saat ini. Video adalah langkah terhebat menceritakan di dunia yang telah dipenuhi dengan arus info. Dengan memakai video, semua akan berasa gampang.

Video dapat salurkan semakin banyak info dalam saat yang bisa lebih cepat. Trend video akan menolong kita mengolah semakin banyak info. Facebook belakangan ini sudah mengeluarkan feature streaming langsung yang dapat dilaksanakan oleh tiap pemakainya di penjuru dunia. Facebook mengganti algoritme timeline-nya dengan memprioritaskan Facebook Live di posisi teratas News Feed-nya.

Ditambahkan lagi, pemakai Facebook sekarang dapat mengupload tanggapan berbentuk video dalam suatu posting. Mandelsohn menyaksikan ada pengurangan posting text dari tahun ke tahun. Tetapi tidak dengan video. Sekarang ini, Snapchat jadi salah satunya media sosial berbasiskan video yang tersukses. Dalam sehari, ada 10 miliar video yang dilihat dalam program Snapchat.

Melalui Facebook Live, kelihatannya media sosial yang dibangun oleh Mark Zuckerberg ini pengin lebih menggerakkan pemakainya untuk mempublikasikan video ke beberapa pemakai yang lain.

Tetapi berkebalikan dengan hal itu, tahukah kamu jika sosial media bisa juga jadi alat untuk meramalkan hari esok? Ingin tahu apa yang dapat diprediksikan? Yok, baca penuturannya di bawah ini!

  1. Perselisihan antarpasangan

Hal pertama yang dapat diprediksikan oleh sosial media ialah perselisihan antarpasangan, baik yang lagi menjalin cinta atau telah memiliki keluarga. Simpelnya, orang umumnya mengupload foto kebersama-samaan bersama-sama dengan pasangannya di sosmed. Saat mereka meniadakan semua photo itu, ada peluang jika hubungan cintanya tidak baik saja.

Ada juga study dalam yang dilaksanakan oleh Boston University. Mereka mendapati ada keterikatan di antara sikap di sosmed dengan kebahagiaan berumah tangga.

Rupanya orang yang jarang memakai sosmed 11 % lebih berbahagia dibanding beberapa heavy pemakai (pemakai intensif tinggi). Disamping itu, kekuatan seorang heavy pemakai untuk tinggalkan pasangan dapat capai 32 %.

  1. Kecondongan seorang untuk bunuh diri

Antara semua kasus bunuh diri di bumi ini, yang terbanyak dibeber ialah kasus yang mengikutsertakan beberapa aktris. Salah satunya yang paling mencengangkan ialah kasus bunuh diri anggota Shinee, Jonghyun pada 2017 kemarin.

Sesudah dijelajahi, penggemar mendapati kecondongan itu pada post Instagram terakhir kalinya. Di situ dia seperti terlihat sedang berduka dan coba berpesan pada beberapa orang yang mengasihinya. Dia mengupload lirik lagu Dear Cloud dari musikus Nine9, yang bunyinya seperti berikut:

“Saya punyai pertimbangan sekalian mendekap di ruang gelap sendirian, saat kamu kemungkinan menyesal melepas seluruh orang. Diamkan napasmu dan lukamu stop saat ini juga. Saya berdoa kamu tidak terluka. Saya mengharap kamu akan berbahagia. Tolong tidak boleh coba sendirian di kegelapan. Tidak boleh menganiaya diri kamu, tidak boleh siksa diri kamu.”

Kasus semacam ini telah seringkali terjadi. Oleh karena itu, kita harus sensitif membaca keadaan seseorang, khususnya yang nampak pada upload media sosialnya. Tidak boleh sangsi untuk reach out, siapa tahu kamu dapat selamatkan nyawa orang itu.

  1. Hasil penyeleksian umum

Masih ingat penyeleksian umum pada 2019 lalu? Pada waktu itu, banyak tubuh pemerhati politik yang menganalisa tweet warga Indonesia untuk menyaksikan kecondongan suport, apa ke arah pasangan calon 01 atau 02.

Sosial media, terutamanya Twitter sanggup meramalkan berapa besar suport warga pada seorang capres atau petinggi. Melewatinya , kita dapat mengetahui faksi yang mana semakin banyak memperoleh tanggapan positif dan negatif. Untuk melakukan, dibutuhkan alat profesional yang dapat memfilter tweet dengan kata kunci (keyword) tertentu.

  1. Kesuksesan penelusuran kerja

Sosial media bisa juga jadi senjata unggulan untuk cari kerja, lho. Masalahnya basis itu dapat sediakan bermacam bukti dan data mengenai apa yang perlu kamu ucapkan dalam interviu sampai tentukan tingkat kesuksesanmu.

Untuk melakukan, kamu dapat manfaatkan LinkedIn atau sosial media yang lain dipakai oleh perusahaan tempatmu melamar. Kamu dapat menyaksikan bagaimana cuaca kerja di situ, calon apakah yang diambil, apa yang lagi jadi konsentrasi perusahaan, sampai info tentang status yang kamu harapkan.

Dalam masalah ini, sosial media memang tidak berperanan langsung untuk meramalkan kesuksesan. Tetapi makin banyak info yang kamu peroleh disana, makin banyak juga bekalmu untuk hadapi semua test yang diberi perusahaan.

  1. Perform kerja seorang

Bila point awalnya bermanfaat untuk beberapa pencari pekerjaan, point yang ini dapat digunakan oleh beberapa perekrut. Kamu dapat memakai sosial media untuk lakukan latar belakang cek pada beberapa calon yang melamar, lho.

Dengan bekal nama komplet, kamu dapat mendapati account Instagram, Twitter, LinkedIn, dan Facebook mereka. Disana, kamu dapat mengeruk info tentang personalitas dan seperti apakah kurang lebih perform kerja mereka.

Orang yang banyak menyambat di sosmed umumnya tidak pas untuk dibawa bekerja di bawah penekanan. Mereka yang tidak mengamankan account umumnya mempunyai personalitas ekstrovert.

Ada banyak riset yang lain dapat kamu kerjakan secara mengeksplor profile mereka. Dengan demikian, keputusanmu bukan hanya berdasar jawaban mereka dalam interviu saja.

  1. Wishlist seseorang

Bukan rahasia kembali jika sosial media jual data pemakainya ke beberapa advertiser. Itu mengapa kamu kerap menyaksikan iklan barang yang sesuai apa yang barusan kamu mencari.

Misalkan, kamu sedang pengin beli botol minum dan menelusurinya di Google atau Instagram. Langsung, semua iklan yang diperlihatkan di media sosialmu juga sekitar barang itu. Jadi, seolah mereka mendorongmu untuk beli apa yang ada dalam wishlist-mu.

Ini memang kedengar sedikit menakutkan. Bila kamu terasa terusik, kamu dapat menghindarinya dengan memutus jaringan di antara semua sosial media yang kamu punyai.

  1. Kecondongan psikopat pada seorang

Kasus psikopat terkini terjadi pada Jumat (6/3) kemarin. Seorang remaja (NF) berumur 15 tahun tega membunuh balita yang disebut rekan mainnya setiap hari. Rupanya dia tuliskan apa yang dibuat itu lewat account Facebook kepunyaannya.

Melihat dari kasus ini, kita rupanya dapat meramalkan kecondongan psikopat seorang lewat sosial media. Bagaimana triknya? Dikutip dari Forbes, FBI biasa memakai Twitter untuk menganalisa karakter itu lewat triknya menulis. Biasanya, orang yang kerap mencaci-maki, memakai tanda titik, dan kalimat negatif pantas diduga.

Rupanya banyak pula, ya, yang dapat diprediksikan oleh sosial media! Kurang lebih apalagi yang dapat ditambah ke daftar di atas, ya? Tulis pendapatmu di kotak kometar!

Hindari Zoombombing dengan Langkah Ini

Selama saat wabah penyakit virus corona baru (COVID-19) yang disebabkan karena virus corona baru sehingga banyak di lakukan secara online dan Hindari Zoombombing dengan Ini.

Sebagian besar negara di dunia mengumandangkan kuncian daerah (lockdown). Belakangan ini, Jakarta perpanjang lockdown dari 24 April sampai 22 Mei.

Supaya masih bisa jalankan aktivitas dan berbicara, warga berpindah ke tehnologi video konferensi. Salah satunya yang tersering digunakan ialah program Zoom.

Pada Maret 2020, Zoom menulis 200 juta pemakai setiap harinya namun harus hindari zommbombing dengan menggunakan langkah ini!

Rapat Gunakan Zoom, Hindari Zoombombing dengan 7 Langkah Ini

Tetapi, program penemuan Eric Yuan asal Amerika Serikat ini mempunyai beberapa kekurangan. Dari pembagian data tanpa ijin ke Facebook, sampai terkini, zoombombing. Zoombombing sama dengan photobomb, yakni saat seorang yang tidak diundang mendadak nyelonong masuk di tatap muka Zoom, hingga tatap muka itu kacau-balau.

Baca Juga: Perubahan Digital Assistant Dari Dahulu

Salah satunya kasus zoombombing terjadi di Singapura. Dikutip oleh The Straits Times pada 10 April 2020, dua pelaku tidak diundang masuk di satu “kelas virtual” Zoom dan mulai melemparkan tanggapan vulgar dan memperlihatkan gambar tidak pantas hingga mengusik beberapa murid dan siswi Singapura yang duduk di kelas 8 (SMP 2).

Tidak mau peristiwa itu menerpamu? Berikut beberapa panduan supaya tidak terserang zoombombing.

  1. Yakinkan versus Zoom selalu baru dan

Tidak capek kami mengingati jika penyempurnaan program adalah langkah khususnya untuk jaga keamanan program. Melalui penyempurnaan program, pengembang program tingkatkan program mereka, dalam soal performa sampai keamanan.

Ingat! Selalu check penyempurnaan Zoom di App Store (untuk pemakai gawai Apple) dan Play Store (untuk pemakai gawai Android) supaya masih terlindungi.

  1. Buat IDmu sendiri dan gunakan password untuk tiap tatap muka

Saat membuat account pada Zoom, program akan memberikanmu Individual Rapat ID (PMI), code numerik yang bisa dibagi saat sebelum mengawali tatap muka lewat Zoom.

Sebatas keterangan, PMI memang bermanfaat untuk tatap muka teratur dengan barisan kecil, seperti tatap muka team kerja mingguan atau tatap muka individu.

PMI bisa memakainya berkali-kali, dan tidak lewat waktu, hingga kamu bisa tergabung tak perlu mengincar code atau link masuk minggu ini. Itu selalu sama.

Namun, demikian kamu memberikan PMI-mu ke seseorang, siapa saja yang mengenalinya bisa coba masuk di tatap muka Zoom-mu kapan pun, dan tanpa diundang tentunya.

Berita bahagia! Rupanya, ada pilihan ke-2 ! Kecuali PMI, kamu bisa membuat ID unikmu sendiri. Dibanding PMI yang serupa setiap saat, ID unik tampil berlainan setiap kamu mengagendakan tatap muka Zoom baru, jadi keamanan lebih terbangun.

Kecuali ID unik, kamu dapat menambah password sebagai susunan keamanan tambahan. Triknya ialah menonaktifkan toggle “Use Individual Rapat ID (PMI)”. Sayang, untuk secara tetap mengganti PMI-mu, kamu harus up-grade account Zoom-mu jadi Pro, yang mana berbayar. Tetapi, tenang saja! Ada beberapa cara yang lain.

Awalnya, saat mengagendakan rapat Zoom, program akan memakai PMI-mu dan tidak kenakan password secara standar. Saat ini penataan itu sudah berbeda. Standard standar Zoom saat ini ialah ID unik dengan password.

Walau automatis oleh Zoom, kamu bisa mengganti passwordnya sesukamu. Tinggal hapus password dari Zoom dan masukan kata sandimu sendiri.

Jika ID unik begitu repot dan berbayar, kamu dapat memasangkan password ke tatap muka dengan PMI. Tetapi dalam masalah ini, kamu harus membuat password sendiri sebab Zoom tidak hasilkan password secara automatis.

Sesudah memutuskan password untuk satu tatap muka dengan PMI, semua tatap muka lewat Zoom di lain kali akan automatis mewajibkannya juga.

  1. Gunakan feature Waiting Room dan kunci tatap muka sesudah mulai

Salah satunya feature penting untuk keamanan dan kenyamanan tatap muka lewat Zoom ialah “Waiting Room” atau ruangan tunggu.

Bila untuk tatap muka tidak resmi (jumpa rindu antar teman dekat atau keluarga), kemungkinan ruangan tunggu tidak demikian dibutuhkan. Tetapi, bagaimana bila tatap muka itu ialah tatap muka sah yang semestinya sejak saat host mengawalinya? Itu fungsinya Waiting Room.

Triknya dengan aktifkan toggle “Enable Waiting Room” di bagian Advanced Options.

Saat beberapa peserta tatap muka masuk di panggilan, mereka segera diarahkan ke monitor Waiting Room. Mereka tidak bisa terima panggilan sampai host meluluskan mereka masuk, baik perseorangan atau sekalian.

Bila secara perseorangan, berikut peluangmu untuk memfilter siapa yang diundang atau memiliki kepentingan. Yang tidak memiliki kepentingan? Jangan dibiarkan masuk.

Bila semua peserta telah komplet, host bisa mengamankan tatap muka supaya tidak ada faksi tidak diundang yang bisa menyabotase tatap muka.

Triknya, saksikan ke sisi sudut kanan bawah, dan sentuh simbol “More”. Tentukan “Rapat Settings” dan kamu akan menyaksikan toggle “Lock Rapat”, aktifkan.

  1. Awasi screen-sharing cuman untuk host saja

Bisa menjadi permasalahan bila seluruh orang dapat memberikan suatu hal di monitor. Ada bermacam pilihan share pada pilihan “Sharing” dari photo sampai papan catat untuk menggambar. Dapat amburadul bila pelaku yang tidak diundang mendadak memakainya untuk beberapa hal yang tidak terpuji.

Karena itu, host bisa batasi pilihan share di monitor cuman untuk dirinya. Triknya, ketok “More” dan tentukan “Rapat Settings”. Lantas, di bagian “Allow participants to:”, nonaktifkan toggle “Sharing Screen” supaya cuman host yang bisa share di monitor.

  1. Kontrol peserta tatap muka

Perlu dicatat jika lepas dari faksi yang tidak bertanggungjawab, kadang ada beberapa suara di seberang sana yang mengusik konsentrasi tatap muka Zoom, entahlah itu suara tangis bayi, konstruksi, atau suara kendaraan yang lewat.

Karena itu, sebagai host, kamu bisa “membekap” beberapa suara yang tidak penting itu bila memang kamu pengin bicara. Ada dua langkah:

Mute all, dan

Mute on entry.

Untuk opsi pertama, kamu bisa terhubung pilihan “Participants” dibagian bawah. Beberapa nama peserta akan tampil. Untuk me-mute mereka, kamu tinggal sentuh pilihan “Mute all” di bawah monitor. Sebagai kontrol absolut, kamu bisa larang peserta untuk unmute dengan menonaktifkan “Allow participants unmute themselves”.

bila kamu pengin meluluskan mereka bicara, tinggal sentuh “Unmute all”.

Bila tidak mau ribet, saat sebelum tatap muka mulai, kamu bisa me-mute mereka saat masuk dengan pilihan “Mute on entry”. Triknya dengan terhubung “Rapat Settings” dan aktifkan toggle “Mute on entry”.

  1. Kontrol kolom chat pada Zoom

Di tempat “Chat” tatap muka Zoom, beberapa peserta bisa share file, dari gambar sampai GIF. Bila kamu tidak menginginkannya, yakinkan untuk menonaktifkan transfer file. Ini aktif secara standar, jadi kamu harus menonaktifkannya sendiri (melalui PC).

Triknya dengan terhubung Zoom lewat PC lalu membuka “Settings” di musuh situs Zoom. Di samping kiri, ke “Individual” lalu “Settings”. Selanjutnya, tentukan “In Rapat (Basic)”. Geser ke bawah sampai kamu mendapati toggle “File Transfer”, lalu nonaktifkan.

Lalu, kadang di kolom chat, beberapa peserta bisa terusik fokusnya dengan tatap muka Zoom karena beberapa pesan yang tidak bermanfaat. Bila kamu tidak inginkannya terjadi, kamu bisa menonaktifkannya juga. Tenang saja, hal itu tidak mempengaruhi chat pada umumnya.

Triknya ialah membuka “Settings” di situs situs Zoom. Akses pilihan “Individual” lalu “Settings”. Selanjutnya tentukan “In Rapat (Basic)”. Mencari toggle “Privat Chat”. Bila toggle itu telah warna abu-abu, bermakna telah nonaktif.

Saat tatap muka berjalan, host bisa tentukan sama siapa beberapa peserta bisa bercakap. Sudah pasti, pilihan ini berlaku pada tatap muka Zoom lewat PC, bukan hp.

Click simbol “Chat” di dibagian bawah. Panel chat akan terbuka disamping kanan. Dibagian bawah, click pada tiga titik (More) dan mengatur percakapan melalui pilihan “Participants can chat with:”, dan tentukan beberapa opsi berikut sesuai kondisi:

“No one”: Peserta tidak bisa mengobrol yang lain.

“Host only”: Peserta cuman bisa mengobrol dengan host.

“Everyone publicly and privately”: Peserta bisa Peserta bisa mengobrol dengan host dan peserta lain di chat umum dan individu.

Itu beberapa langkah yang bisa kamu menempuh untuk bikin Zoom masih aman dari masalah beberapa pihak yang tidak diundang. Stay safe!

  1. Bila ada yang mengusik, dapat di-kick

Lalu, bagaimana seandainya mendadak ada peserta tidak diundang yang masuk di Zoom? Tenang saja. Bila kamu telah lakukan beberapa langkah di atas, tentunya dia tidak mengusik Zoom-mu dan malahan menghabiskan waktu di situ.

Tetapi, bila faksi itu terus menerus membombardir pertemuanmu dengan beberapa hal aneh, sebagai host, kamu mempunyai kuasa untuk menyepaknya keluar dari tatap muka itu.

Triknya, ke sisi “Participants” dan saksikan mana peserta yang pengin kamu menghilangkan dari tatap muka. Lantas, ketok namanya dan kotak sembulan akan keluar dengan bermacam pilihan dari “Chat” sampai “Remove”. Nah, tentukan pilihan “Remove”.

Secara standar, Zoom tidak meluluskan orang itu untuk tergabung kembali.

Itu beberapa cara yang bisa kamu kerjakan untuk menahan zoombombing pada pertemuan-pertemuan Zoom-mu supaya tidak usai runyam. Selamat mempraktikkan!

Peranan Teknologi Tingkatkan Kualitas Pengajaran

Berasumsi jika Peranan Teknologi adalah salah satunya jalan keluar untuk tingkatkan kualitas pengajaran ialah hal yang tidak salah.

Teknologi seharusnya berperanan begitu. Buat apa tehnologi dibuat bila tidak bisa datangkan faedah? Okay, tehnologi dapat diaplikasikan di dunia pengajaran. Pertanyaannya, tehnologi yang seperti apakah dan bagaimana aplikasinya?

Peranan Teknologi Dalam Tingkatkan Kualitas Pengajaran, Alasan Mengapa Tehnologi Penting buat Pengajaran! Apa Indonesia Siap?

Mengulas perkuliahan yang diisi oleh orang yang tidak ada pada tempat sebab ada feature video call rasanya telah begitu klise. Untuk sekarang ini sendiri di Indonesia telah ada banyak perusahaan rintisan terhitung Zenius Education yang sediakan service evaluasi berbasiskan video.

Adanya ini, beberapa murid masih dapat belajar walau tidak sedang ada di sekolah. Lebih dari itu, beberapa murid yang berasa tertinggal dalam pahami materi tertentu bisa terhubung video materi yang belum terkuasainya.

Baca Juga: Cara Supaya Tulisan Wattpad Terkenal

Kehadiran service yang dijajakan beberapa perusahaan rintisan ini jadi salah satunya jalan keluar untuk menyamakan ketidaksamaan kualitas pengajaran antar wilayah di Indonesia.

Peranan tehnologi tidak cuman dapat stop di situ saja. Dalam tulisannya yang diterbitkan oleh Forbes³, Bernard Marr mengatakan banyak hal yang dapat diakomodasi oleh tehnologi terutamanya oleh kepandaian bikinan (Artificial Intelligence/AI). AI memungkinkannya ada pembacaan pada rutinitas tiap murid.

Dengan dijumpainya rutinitas tiap murid, beberapa guru bisa mengenali ketertarikan sampai kesusahan yang dirasakan oleh murid. Misalnya lewat sistem evaluasi digital dijumpai jika beberapa siswa habiskan waktu semakin banyak dari siswa lain dalam melihat materi kesamaan kuadrat. Lebih kembali berlanjut, dijumpai jika siswa-murid itu terekam berulang-kali mengulang-ulang materi dari awalnya.

Dengan begitu tampil pengetahuan ke guru siapakah yang telah pahami materi secara baik dan siapa yang kurang. Berlainan hal dengan sistem menanyakan di muka kelas. Saat guru menanyakan siapakah yang belum memahami, siswa-murid yang sebenarnya pemalu bisa belum pahami betul tapi sebab malu pilih untuk diam saja.

Pentingnya Tehnologi Dalam Sistem Pengajaran

AI dapat menolong dalam membuat sekolah yang inklusif. Lewat implementasi AI, semua perkataan yang dilemparkan oleh guru bisa ditranslate ke bentuk tulisan hingga siswa-murid yang mempunyai kekurangan dalam pendengaran atau masalah bahasa masih dapat pahami materi yang dikatakan.

Kehadiran AI juga bisa menolong pekerjaan administrasi guru hingga dapat Teknologi Tingkatkan Kualitas Pengajaran. Misalnya untuk mengenali kedatangan siswa beberapa guru tidak perlu kembali panggil nama siswa satu demi satu. Tehnologi pengenalan muka bisa menolong guru untuk mengawasi siapa siswa yang datang on time, telat, dan tidak datang. Yang akan datang, implementasi AI terus akan berkembang bersamaan tehnologi yang tetap alami perkembangan.

Walau tehnologi bisa menolong tingkatkan kualitas pengajaran, tetap ada beberapa hal yang penting mendapatkan perhatian. Dalam sebuah artikel yang di-launching oleh Forbes Technology Council¹¹, beberapa anggotanya mengatakan bermacam hal yang penting diingat berkenaan implementasi tehnologi dalam tingkatkan kualitas pengajaran.

Telah tidak dapat dipungkuri kembali jika tehnologi benar-benar berperanan penting di kehidupan manusia. Bahkan juga, di zaman yang serba kekinian ini, tidak cuma manusia saja yang tergantung pada tehnologi, negara termasuk juga. Masalahnya sekarang tehnologi telah datang untuk menolong di beberapa bidang, khususnya di bagian pengajaran.

Masalahnya ialah Indonesia belum betul-betul serius untuk adopsi tehnologi ke mekanisme pengajarannya. Walau sebenarnya, implementasi tehnologi dalam belajar benar-benar diperlukan ingat lapangan pekerjaan bisa banyak berbeda di hari esok kelak.

Ingin mengapa Indonesia harus secepat-cepatnya memercayakan teknologi dalam sistem belajar mengajarkan?

Telah tidak dapat dipungkuri kembali jika tehnologi benar-benar berperanan penting di kehidupan manusia. Bahkan juga, di zaman yang serba kekinian ini, tidak cuma manusia saja yang tergantung pada tehnologi, negara termasuk juga. Masalahnya sekarang tehnologi telah datang untuk menolong di beberapa bidang, khususnya di bagian pengajaran.

Masalahnya ialah Indonesia belum betul-betul serius untuk adopsi tehnologi ke mekanisme pengajarannya. Walau sebenarnya, implementasi tehnologi dalam belajar benar-benar diperlukan ingat lapangan pekerjaan bisa banyak berbeda di hari esok kelak.

Ingin tahu mengapa Indonesia harus secepat-cepatnya memercayakan tehnologi dalam sistem belajar mengajarkan? Baca penjelasannya.

  1. Semua akan serba digital kelak

Business Insider memberikan laporan jika tenaga kerja yang diperlukan kelak terpusat pada manusia dan kreasinya. Ditambah, kreasi manusia nanti akan diteruskan lewat beberapa cara yang serba digital. Dengan demikian, penting untuk Indonesia untuk mengganti kurikulum pengajaran kunonya ke arah kurikulum kekinian yang jor-joran pada tehnologi.

  1. Kelas Ruangguru, Zenius, dan HarukaEdu itu masih ‘cetek’

Tidak salah bila menyebutkan jika tempat belajar online seperti Ruangguru, Zenius, dan HarukaEdu sudah mengaplikasikan tehnologi. Malah, Ruangguru sendiri saja telah sukses menarik lebih dari 6 juta murid untuk memakai jasanya dengan tawarkan banyak mata pelajaran yang dapat diberikan.

Sayang, mode evaluasi yang mereka beri dengan manfaatkan tehnologi masih tidak ada apa-apanya. Karena, tehnologi dalam pengajaran bisa ditingkatkan selanjutnya dengan tidak terbatasi oleh jarak, umur, waktu, sampai kelas setiap murid.

  1. Presiden Jokowi perlu menyisihkan bujet untuk tehnologi dalam pengajaran

Untuk mewujudkannya, tentunya diperlukan modal untuk mendatangkan tehnologi-teknologi yang diperlukan ke setiap sekolah. Kebenaran sekali Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi bujet sebesar Rp505,8 triliun untuk pengajaran saja, meningkat tipis dari Rp492,5 triliun.

Walau mempunyai bujet yang fenomenal, tetap sia-sia bila tidak ada yang disisihkan untuk mendatangkan tehnologi. Karena, sejak dahulu sejumlah besar bujet pengajaran selalu habis untuk beasiswa dan menjaga keadaan sekolah yang ada sekarang ini.

  1. Tidak boleh terdiam pada mengingat dan evaluasi norma

Ingat jika tenaga kerja yang akan diperlukan kelak ialah beberapa orang yang mempunyai kreasi tinggi dan dapat menjalankan tehnologi digital, karena itu Indonesia harus meniadakan yang bernama hafalan. Bagaimana tidak, selama ini murid-siswa Indonesia diminta lagi untuk mengingat, walau sebenarnya hafalan dapat dengan gampang ditangani oleh robot.

Bukan hanya itu, implementasi evaluasi norma yang tidak terang seakan-akan membuat itu lebih bagus ditiadakan saja. Semuanya muncul karena Indonesia masih tertinggal jaman. Bukannya mengaplikasikan tehnologi ke pengajaran, negara kita ini malah bersikukuh masih memakai cara-cara lama.

  1. Kreasi, kerja sama, dan pengaturan tidak dapat ditukar oleh algoritme

Implementasi tehnologi ke mekanisme pengajaran Indonesia makin penting saat tahu jika banyak kekuatan murid sekarang ini yang dapat terpindah oleh tehnologi. Dengan begitu, murid harus terlatih memakai tehnologi sejak awal kali supaya bisa mengimplementasikannya pada tempat kerjanya kelak.

Saat itu, kreasi, kerja sama, dan kekuatan bekerjasama harus lebih ditegaskan dibanding sebatas mengingat. Lacak punyai lacak, ke-3 kekuatan itu tidak dapat diganti oleh algoritme hingga harus hukumnya untuk dipunyai beberapa murid.

  1. Perlu tetap guru yang oke

Bila tehnologi telah terealisasikan di setiap sekolah, Indonesia tetap harus pastikan persiapan guru dalam mengajarkan. Jika dapat, Indonesia perlu datangkan guru berkualitas dunia supaya bisa tingkatkan prospect negara di bagian pengajaran.

Sia-sia kan jika ada tehnologinya tetapi tidak ada yang dapat memakainya? Tidak ada yang dapat ngajarin dong, hehe.

  1. Penghilangan UN penanda perombakan mekanisme pengajaran Indonesia

Cukup mengagetkan jika Menteri Pengajaran, Budaya, dan Pengajaran Tinggi Nadiem Makarim meniadakan Ujian Nasional (UN) dari Indonesia. Pasti, ini memunculkan pembicaraan hangat yang memiliki sifat kontra dan pro.

Namun, peraturan baru itu mengisyaratkan jika Indonesia tidak mau tertinggal jaman kembali. Ini jadi lampu hijau di mana keliatannya ketrampilan lah yang bisa menjadi ujung tombak dari pengajaran Indonesia.

Itu beberapa point yang penting kamu kenali sekitar berapa keutamaan tehnologi untuk diaplikasikan di pengajaran Indonesia. Dari dahulu gitu-gitu saja, memang tidak ingin ada perombakan dalam pengajaran kita?

Negara yang Lakukan Limitasi Internet

Pemerintahan Negara Indonesia sudah seringkali mengaplikasikan dengan lakukan peraturan limitasi koneksi internet. Untuk memberi respon kejadian kekacauan yang terjadi dalam beberapa saat paling akhir.

Sebutlah saja kejadian demo mendekati informasi Pemilihan presiden pada 22 Mei 2019 lalu, Pemerintahan Indonesia memutuskan akses media sosial. Hal tersebut terjadi juga pada kejadian kekacauan Papua, Pemerintahan Indonesia memutuskan koneksi internet hingga info tentang apa yang terjadi di Papua susah untuk dijangkau.

Negara yang Lakukan Limitasi Internet, Apa Efisien?

Menanggapi hal itu, Yayasan Instansi Kontribusi Hukum Indonesia (YLBHI) melangsungkan komunitas dialog di Gedung LBH Indonesia, pada 3 September 2019, yang mengusung topik “Limitasi Akses Internet: Peraturan, Batas, dan Efeknya.”

Baca Juga: Mutu Pendidikan Dengan Peranan Teknologi

Komunitas dialog ini mendatangkan beberapa pembicara, diantaranya: Arip Yogiawan (Ketua YLBHI Sektor Kampanye dan Jaringan), Anggara Suwahju (ICJR), Damar Juniarto (SAFENet), dan dimoderatori oleh Daniel Awigra (HRWG).

Anggara (ICJR) sampaikan jika Konstitusi Republik Indonesia sudah jamin hak-hak warga dan mengendalikan limitasi hak asasi yang perlu didasari pada ketentuan perundang-undangan.

Salah satunya Undang-Undang No.11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Elektronik (UU ITE) mengatakan jika komunikasi bisa terbatasi bila mempunyai muatan yang dilarang atau bermuatan kejahatan.

Disebut jika untuk membuat perlindungan keteraturan umum, Pemerintahan bisa lakukan limitasi atas penyimpangan info elektronik.

Seterusnya konsep umum Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 mengenai Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengatakan jika limitasi info bisa dilaksanakan dengan lebih dulu lakukan penyitaan dan pemeriksaan.

Negara Dengan Pembatanan Penggunaan Internet

Limitasi internet dalam praktik dilaksanakan berkaitan banyak hal berikut ini:

  • Keamanan nasional,
  • Pemilihan umum dan aktivitas politik, atau
  • Protes pada demokrasi.

Anggara mengatakan jika pemutusan koneksi internet dengan argumen keteraturan umum atau kondisi bahaya sering dilaksanakan cuman lewat satu Tayangan Jurnalis. Walau sebenarnya, Indonesia adalah satu negara yang berdasar hukum. Karena itu menurut hukum, peraturan itu tidak semestinya dilaksanakan lewat tayangan jurnalis, namun harus lewat satu keputusan Presiden atau sah pemerintah.

Seterusnya, Damar (SAFENet) mengatakan jika hak digital ialah hak asasi manusia, terhitung didalamnya kemerdekaan terhubung info, hak untuk berekspresif, dan hak untuk merasakan aman dan selamat di internet. Pasal 19 Universal Declaration of Human Rights (UDHR) dan International Convenant on Civil and Political Rights (ICCPR) mengatakan jika limitasi kemerdekaan info cuman bisa dilaksanakan dengan persyaratan:

  • Dilakukan berdasar hukum,
  • Untuk membuat perlindungan rekam jejak seseorang,
  • Keamanan nasional,
  • Ketertiban umum,
  • Moral dan kesehatan umum,
  • Dan betul-betul dibutuhkan.

Peraturan Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto untuk batasi sosial media memetik kritikan. Wiranto berasumsi jika sosial media sekarang ini telah begitu liar dengan bermacam informasi negatif dan hoaks hingga dapat memunculkan kerusuhan. Walau cuman diterapkan sekian hari saja, peraturan ini dipandang represif dan memunculkan rugi pada beberapa orang.

Tahukah kamu, ada negara yang lain mempunyai peraturan batasi internet? Dibanding menebak, langsung scroll down ke bawah, ya!

  1. Korea Utara

Sama seperti yang dapat diterka, Korea Utara ada di status paling paling atas. Ini tidak mengagetkan, ingat begitu tertutup dan otoriternya pemerintah Kim-Jong Un. Diprediksi, cuman ada 4 % dari masyarakat Korea Utara yang dapat terhubung internet. Tetapi, koneksi internet ini masih terbatasi, dikontrol dan dipantau oleh pemerintahan.

Sesaat, ponsel cuman dipunyai 7 % masyarakat Korea Utara, tetapi koneksi ke internet masih terbatas. Cuman orang yang kaya dan punyai akses ke pemerintah saja yang bebas terhubung internet. Bekasnya dapat terhubung internet, tetapi dengan kontrol yang ketat.

  1. Republik Rakyat Cina (RRC)

Negara dengan komunitas paling banyak di bumi ini batasi internet untuk masyarakatnya. Walau ada koneksi internet yang luas dan sosial media yang aktif dipakai, masih ada ketentuan represif dan otoriter pada internet. Misalkan, negara akan memblok alamat IP, menyaring penelusuran bahkan juga meniadakan content.

Oleh karena itu, RRC dipanggil dengan ‘The Great Firewall of China’ karena pemerintahan yang otoriter pada internet. Bahkan juga pemerintahan bukan hanya memblok content website, tapi juga memantau koneksi internet seorang! Wah, takut ya?

  1. Eritrea

Pernah dengar nama negara Eritrea? Ini ialah negara yang berada di timur laut Afrika yang dekat sama Laut Merah. Eritrea dikenali sebagai negara yang kerap menindas dan lakukan tindak represif pada wartawan. Presiden waktu itu, Isaias Afewerki, sering menindas wartawan dengan keras dan memberikan ancaman masukkan mereka ke penjara.

Disamping itu, negara ini tidak meluluskan koneksi internet mobile. Yang dibolehkan hanya service dial-up yang lamban untuk menahan arus info bebas ke masyarakatnya. Diprediksi cuman 7 % masyarakat yang mempunyai ponsel dan 1 % saja yang memiliki koneksi ke internet! Kronis sekali kan?

  1. Ethiopia

Tidak cuman Eritrea, Ethiopia termasuk juga negara Afrika yang lakukan sensor internet. Negara ini keluarkan Undang-Undang Anti Terorisme pada tahun 2009 yang maksudnya untuk menahan arus info. Internet dipandang memberikan dukungan kelompok-kelompok anti pemerintahan, hingga pemakaiannya juga terbatasi.

Di tahun 2015, cuman ada 4 % masyarakat Ethiopia yang mempunyai koneksi ke internet. Beberapa mengaksesnya lewat cara berkunjung cafe internet (warnet) yang berada di ibu-kota Addis Ababa. Pemerintahan Ethiopia sendiri lakukan sensor pada content yang berseberangan dengan pemerintahan dan dipandang subversif.

  1. Arab Saudi

Arab Saudi ialah negara yang menyensor dan batasi internet sebab keyakinan agama. Negara ini sudah memblok nyaris 1/2 juta website yang berisi content dan materi yang berlawanan dengan keyakinan Islam, terhitung di bagian politik, sosial dan agama.

Pemerintahan Arab Saudi lakukan ini dengan arah larang perlakuan yang bisa mengakibatkan pemecahan dan kerusuhan, mempengaruhi keamanan negara dan menghancurkan hak asasi manusia dan merendahkan derajat. Sumber informasi digital juga harus mendapatkan lisensi khusus dari pemerintahan Arab Saudi lebih dulu.

  1. Iran

Tidak berlainan dengan Arab Saudi, Iran lakukan limitasi dan sensor internet sebab argumen agama dan politik. Walau koneksi internet ada di semua negeri, tapi pemilik blogger dan situs, harus mendaftarkan ke Kementerian Seni dan Budaya Iran lebih dulu. Hati-hatilah, sebab siapa saja yang krisis pada pemerintahan atau membuat content yang berlawanan dengan mullah (ulama) akan dianiaya dan dipenjara.

Disamping itu, ada juta-an situs yang dikunci dan kerap ada penangkapan wartawan. Minimal, ada 30 wartawan yang dipenjara sebab didakwa sebagai pembangkang. Tidak cuma memberikan ancaman wartawan atau blogger, tapi keluarganya akan diintimidasi penjara, bahkan juga dapat kehilangan pekerjaan dan hak pensiun mereka.

  1. Suriah

Setelah perang, keadaan Suriah masih luluh lantak. Pemerintah Suriah dikenali represif dan batasi koneksi internet untuk masyarakatnya. Siapa saja yang dipandang mencelakakan keamanan nasional dan memberikan ancaman pemerintah akan diamankan dan dilakukan. Disamping itu, cafe internet (warnet) harus mendaftar pemakai, menulis waktu mereka di situ dan memberikan laporan semua rutinitas ke petinggi pemerintahan.

Disamping itu, wartawan yang mengulas di Suriah alami kebatasan koneksi internet. Lebih kronis, nyawa mereka terancam juga oleh ISIS. Seringkali, ISIS menganiaya dan membunuh reporter yang dipandang berlawanan dengan keyakinan mereka.

  1. Tunisia

Di Tunisia, lebih dari 40 % masyarakatnya punyai koneksi ke internet, sesaat bekasnya tidak. Akhirnya, untuk terhubung internet, mereka perlu melakukan melalui cafe internet. Pemerintahan Tunisia sendiri kerap memblok blogger, apa lagi bila content yang diupload dipandang memberikan ancaman pemerintahan.

Penyuplai cafe internet harus memberikan laporan semua blogger ke pemerintahan, terhitung nama, info individu dan alamat mereka. Ini supaya memudahkan pemerintahan mengawasi blogger yang mereka kira menggelisahkan. Reporter dan blogger yang dipandang mencelakakan pemerintahan atau lembaga militer akan usai di penjara.

  1. Vietnam

Sama dengan Tunisia, pemerintahan Vietnam mengharuskan beberapa blogger untuk memberikan nama dan jati diri mereka. Disamping itu, pemerintahan Vietnam akan memblok website apa saja yang lakukan kritikan pada pemerintahan dan komunisme.

Landasan hukum yang dipakai untuk lakukan penutupan dan memenjarakan wartawan juga tidak terang. Pemerintahan memakai undang-undang mengenai penyimpangan kebebasan demokrasi untuk lakukan hal itu. Disamping itu, blogger dan reporter yang melapor akan memperoleh teror.

  1. Myanmar

Negara Asia Tenggara yang lain represif dan lakukan limitasi internet ialah Myanmar. Pemerintahan Myanmar secara aktif memblok website yang ungkap mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan yang tidak sepakat dengan pemerintah.

Myanmar lakukan filter melalui e-mail dan sosial media untuk mengawasi dan memblok beberapa orang yang dipandang seperti pembangkang. Bahkan juga, VPN dikunci dan beberapa orang yang menyalahi akan didenda atau dipenjara.

Nah, itu 10 negara yang lakukan limitasi internet. Mudah-mudahan Indonesia tidak semacam itu, ya! Dan janganlah lupa untuk selalu arif dalam memakai internet!